Profil

_Selamat Datang di Blog saya_God Bless You_.

March 4, 2016

Artikel "Bisnis Haram yang menyumbang 1,5 % PDB"

KOMPAS.com - Hasil riset menunjukkan betapa tindakan kriminal punya potensi bisnis yang luar biasa besar. Meski diakui, hingga saat ini belum ada angka yang pasti mengenai jumlah uang yang berputar pada bisnis haram.

Mengutip artikel Forbes yang ditulis oleh Niall McCarthy, Senin (29/2/2016), ada sejumlah bisnis haram yang paling banyak mendulang keuntungan. Saking besarnya duit yang berputar pada sektor bisnis ini, mampu menyumbang hingga 1,5 persen produk domestik bruto (PDB) global.

Menurut data badan PBB yang mengurusi obat-obatan dan kriminalitas (UNODC), total keuntungan yang diraup organisasi kriminal internasional dari bisnis haram mencapai 870 miliar dollar AS.

Jumlah tersebut ekuivalen dengan 1,5 persen PDB dunia. Sebagaimana dikompilasi oleh Global Financial Integrity, terdapat 12 bisnis yang paling banyak memberikan keuntungan.

Global Financial Integrity, Forbes, BRINKData kegiatan bisnis haram yang paling mendatangkan banyak keuntungan. Data per 2011


Posisi teratas, bisnis haram yang paling menguntungkan adalah perdagangan narkotika. Revenue yang dihasilkan dari bisnis ini mencapai 320 miliar dollar AS.

Posisi kedua ditempati oleh pembajakan, yang mampu menghasilkan uang sebesar sekitar 250 miliar dollar AS di seluruh dunia.

Perdagangan ilegal menempati posisi ke tiga dari bisnis haram yang paling banyak mendatangkan keuntungan. Kegiatan perdagangan ilegal di antaranya mencakup penghindaran 
pajak serta perbudakan.

Berikut daftar kejahatan yang paling banyak menghasilkan uang:
1. Perdagangan narkotika (Rp 4.320 triliun)
2. Pembajakan (Rp 3.375 triliun)
3. Perbudakan oleh perusahaan swasta (Rp 2.025 triliun)
4. Perdagangan minyak ilegal (Rp 145,8 triliun)
5. Perdagangan satwa ilegal (Rp 135 triliun)
6. Penangkapan ikan ilegal (Rp 128,2 triliun)
7. Perdagangan kayu ilegal (Rp 94,5 triliun)
8. Karya seni (Rp 85 triliun)
9. Perdagangan emas ilegal (Rp 31 triliun)
10. Perdagangan organ manusia (Rp 16,2 triliun)
11. Pengamanan skala kecil (Rp 13,5 triliun)
12. Perdagangan permata (Rp 12,1 triliun)


Sumber : Forbes
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
url: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/03/02/043000026/Daftar.Bisnis.Haram.yang.Menyumbang.1.5.Persen.PDB.Dunia


Komentar dan Pendapat saya :

Memang dapat dikatakan berkembang pesat perekonomian suatu bangsa apabila tingkat atau nilai PDB (Produk Domestik Bruto) meningkat tinggi. Tetapi jika faktor yang membuat nilai PDB tinggi adalah perdagangan manusia, perdagangan narkoba, perdagangan ilegal, pembajakan dll.. itu semua merupakan "bisnis haram" yang juga merugikan suatu negara.
Bisnis haram tersebut dapat terjadi disebabkan karena ketidaksadaran pelaku bahwa adanya hukum yang berlaku dan juga karena adanya kesempatan. Perekonomian yang buruk membuat beberapa manusia berpikir untuk melakukan bisnis tersebut. Karena bisnis yang "wajar" sudah tidak menjanjikan ataupun kurang menguntungkan. 
Faktor lain yang juga menyebabkan bisnis tersebut berjalan lancar, karena adanya oknum yang berkompromi untuk melegalkan bisnis tersebut dan mengizinkan untuk keluar masuk negara dengan aman.
Melihat angka haram yang tidak sedikit dari data diatas membuat pemerintah dan kita sebagai masyarakat harus lebih "aware" dalam menjalankan kegiatan ekonomi yang legal untuk membangun bangsa. Hukum juga harus terus ditegakkan bagi setiap yang melanggar. Agar adanya efek jera bagi yang telah melakukan dan efek takut bagi yang ingin melakukan bisnis tersebut. Marilah kita membangun perekonomian bangsa/negara dengan kreatifitas dan inovasi yang kita miliki. Banyak hal yang dapat kita lakukan daripada melakukan pembajakan, perdagangan narkoba, perdagangan ilegal dan semacamnya.

January 4, 2016

Pengangguran dan Pendidikan

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Jumlah pengangguran biasanya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk serta tidak didukung oleh tersedianya lapangan kerja baru atau keengganan untuk menciptakan lapangan kerja (wirausaha) untuk dirinya sendiri atau memang tidak memungkinkan untuk mendapatkan lapangan kerja atau tidak memungkinkan untuk menciptakan lapangan kerja. Sebenarnya, kalau seseorang menciptakan lapangan kerja akan berdampak positif untuk orang lain juga, misalnya dari sebagian hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk membantu orang lain melalui gaji.
Selain itu, jumlah pengangguran yang tinggi juga disebabkan kurangnya pengetahuan, keahlian dan pendidikan. Seseorang jika tidak pernah menginjak bangku sekolah dan tidak memiliki keahlian apapun akan menyebabkan ia menganggur, sebab tidak ada perusahaan yang menerima SDM yang memiliki kualitas rendah. Bukan hanya yang tidak pernah menginjak bangku sekolah yang menganggur. Tetapi seseorang yang telah sekolah 12 tahun dan kuliah serta memiliki ijazah sarjana pun dapat menganggur. Kenapa hal tersebut dapat terjadi ? Karena jumlah lapangan kerja dan pelamar kerja tidak seimbang.
Di negara kita Indonesia, tingkat pengangguran di tahun 2015 masih tinggi, bahkan meningkat dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data angkatan kerja Indonesia pada Agustus 2015 sebanyak 122,4 juta orang, berkurang sebanyak 5,9 juta orang dibanding Februari 2015 dan bertambah sebanyak 510 ribu orang dibanding Agustus 2014.  Penduduk bekerja pada Agustus 2015 sebanyak 114,8 juta orang, berkurang 6,0 juta orang dibanding keadaan Februari 2015 dan bertambah 190 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2014. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2015 sebesar 6,18 persen meningkat dibanding TPT Februari 2015 (5,81 persen) dan TPT Agustus 2014 (5,94 persen). Selama setahun terakhir (Agustus 2014–Agustus 2015) kenaikan penyerapan tenaga kerja terjadi terutama di Sektor Konstruksi sebanyak 930 ribu orang (12,77 persen), Sektor Perdagangan sebanyak 850 ribu orang (3,42 persen), dan Sektor Keuangan sebanyak 240 ribu orang (7,92 persen). Penduduk bekerja di atas 35 jam per minggu (pekerja penuh) pada Agustus 2015 sebanyak 80,5 juta orang (70,12 persen), sedangkan penduduk yang bekerja kurang dari 15 jam per minggu sebanyak 6,5 juta orang (5,63 persen).
Pada Agustus 2015, penduduk bekerja masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan SD ke bawah sebesar 44,27 persen, sementara penduduk bekerja dengan pendidikan Sarjana ke atas hanya sebesar 8,33 persen.
Berdasarkan data diatas, dapat diketahui bahwa tingkat pengangguran meningkat disbanding tahun sebelumnya. Apalagi di tahun 2015 ini ada program MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang membebaskan masyarakat Asean dalam melamar kerja di negara manapun. Banyaknya tenaga kerja dari luar (contohnya China) yang memiliki skill (keahlian) lebih baik dibanding masyarakat Indonesia, membuat tingkat pengangguran semakin tinggi saja. Hal tersebut tidak dapat kita hindari, sebab jika ingin perekenomian yang bagus haruslah memiliki tenaga-tenaga kerja yang berkualitas baik.
Kurangnya kesadaran masyarakat akan pendidikan juga membuat Indonesia menjadi terbelakang. Banyak orangtua yang lebih menyuruh anaknya untuk mencari uang sejak kecil dibandingkan menyuruh pergi ke sekolah untuk belajar. Mereka beranggapan bahwa sekolah tidak terlalu penting, yang terpenting adalah mendapatkan uang untuk makan. Padahal cita-cita anak Indonesia sangatlah tinggi dan bagus. Tetapi karena adanya tekanan ekonomi membuat cita-cita anak Indonesia padam. Sangatlah disayangkan masyarakat Indonesia tidak sadar akan pentingnya pendidikan. Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan wajib belajar 12 tahun (dan gratis), bahkan sampai perguruan tinggi diberi beasiswa untuk meringankan biaya.
Bahkan sekarang ini telah ada dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dapat digunakan untuk membeli peralatan sekolah dan seragam, juga untuk ongkos ke sekolah. Banyak subsidi dari sektor lain yang dikurangkan bahkan dihapuskan demi dialokasikan untuk subsidi pendidikan.
Dalam memajukan kesejahteraan dan kemakmuran di Indonesia, sangat diperlukan tindakan dari masyarakat bukan hanya dari pemerintah yang turun tangan. Karena sistem Demokrasi di negara kita dimana semuanya dari/oleh/untuk rakyat. Maka keberhasilan bangsa dan negara ada ditangan rakyat itu sendiri.
Saya yakin, jika pendidikan di Indonesia baik akan menghasilkan SDM berkualitas tinggi dan tingkat pengangguran di Indonesia dapat teratasi bahkan masyarakat dapat membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat lain.
Mari kita sebagai generasi muda generasi penerus bangsa dan negara tercinta Indonesia menumbuhkan rasa cinta tanah air dan rasa semangat dalam diri kita untuk menjadikan Negara Indonesia lebih berpengaruh dalam kancah internasional. Tak lupa juga menumbuhkan rasa percaya diri kita untuk bersaing dalam pergaulan dunia dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kita.


November 11, 2015

Pengaruh IPTEK terhadap Kehidupan Remaja

Seperti yang kita ketahui, dewasa ini IPTEK sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat dan kini telah merembes dalam kehidupan banyak orang di dunia. IPTEK tidak mengenal status, derajat, usia dan fisik. IPTEK ada di kehidupan orang-orang kalangan atas, menengah dan juga sampai kalangan bawah. Dengan adanya kemajuan IPTEK ini sangat mempermudah banyak manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya yang terkadang tidak dapat diselesaikan karena keterbatasan fisik manusia. Tuhan menciptakan manusia dengan memiliki akal budi (pikiran) memang bermaksud untuk membiarkan manusia dapat membuat terobosan dan inovasi – inovasi baru guna membantu manusia dalam mengolah alam sekitar, sehingga kehidupan manusia dapat lebih sejahtera.

“IPTEK” merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dimana dari singkatannya memiliki arti tersendiri, baik Ilmu, Pengetahuan dan Teknologi. Ilmu dapatlah dipandang sebagai produk dan sebagai proses. Ilmu dipandang sebagai proses karena ilmu merupakan hasil dari kegiatan sosial, yang berusaha memahami alam dan manusia baik secara individu atau kelompok. Ilmu sebagai produk artinya ilmu diperoleh dari hasil metode keilmuan yang diakui secara umum dan sifatnya yang universal. Oleh karena itu ilmu dapat diuji kebenarannya, sehingga tidak mustahil suatu teori yang sudah mapan suatu saat dapat ditumbangkan oleh teori lain.

Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam. Sedangkan menurut Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu.

Teknologi merupakan berasal dari bahasa Yunani, yaitu tekne yang berarti pekerjaan, dan logos yang berarti suatu studi peralatan, prosedur dan metode yang digunakan pada berbagai cabang industri. Berarti teknologi adalah seluruh perangkat, peralatan, metode dan prosedur yang digunakan untuk melakukan pekerjaan tertentu guna memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri. Karena itu hendaknya teknologi secara efektif mampu memerangi kemiskinan, keterbelakangan dan menjamin kemajuan bagi bangsa manusia.

Pada dasarnya, teknologi adalah ilmu terapan, sebaliknya teknologi juga mendorong diciptakannya atau ditimbulkannya ilmu pengetahuan yang lebih maju lagi, teknologi bukan untuk mengahncurkan umat manusia, tetapi mensejahterakan (Ati Harmoni, 1996). Jadi, dapat kita simpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai hubungan satu sama lain yang tidak dapat dipisahkan. Jika tidak ada ilmu, maka tidak ada pula teknologi, dan begitu sebaliknya. Karena dari ilmu seseorang baru terlahirlah suatu inovasi atau teknologi yang dapat dimanfaatkan banyak manusia secara langsung maupun tidak langsung.


Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia
Di dunia, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berkembang sangat pesat. Dimulai pada Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2, negara-negara yang ikut berperang menggunakan teknologi canggih dalam peperangan, mereka menggunakan tank, senapan yang lebih canggih, rudal, bahkan bom atom. Rusia memanfaatkan terutama teknologinya dalam persenjataan negara, dengan menciptakan rudal, bom, tenaga nuklir yang juga telah berhasil dibuat oleh negara Korea Utara. Seiring berjalannya waktu sudah banyak negara yang mulai memanfaatkan perkembangan teknologi bukan hanya untuk berperang, tetapi juga untuk membuat manusia lebih mudah dalam melakukan pekerjaan mereka. Seperti halnya negara Jepang telah berhasil membuat robot-robot yang dapat membantu pekerjaan manusia, dan bentuk robotnya pun ada yang menyerupai manusia, hewan, dll.
Ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia juga telah melahirkan alat-alat (teknologi) canggih yang sangat membantu guna mendeteksi gejala-gejala alam yang sering terjadi setiap harinya. Seperti gejala pada atmosfer (perubahan musim dan perubahan suhu udara), pada kerak bumi (gempa tektonik, vulkanik, tsunami dan pergeseran tanah), dan juga mendeteksi gejala-gejala yang terjadi di luar atmosfer bumi, yaitu luar angkasa yang setiap harinya pasti ada gejala alam yang terjadi seperti tabrakan asteroid dengan gravitasi bumi, jatuhnya meteor di bumi, gerhana matahari, gerhana bulan, dsb. Itu semua dapat diketahui oleh manusia karena adanya satelit buatan manusia di luar angkasa yang memantau pergerakan di angkasa. Alat-alat pendeteksi tersebut sudah terbukti di dunia.
Kemajuan teknologi lainnya seperti terlahirnya internet yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tanpa syarat. Timbulnya “google” yang dapat digunakan oleh manusia untuk mencari informasi yang diperlukan dan diinginkan. Kemudian adanya pengiriman surat secara elektronik (e-mail) yang sangat membantu manusia dengan menghemat waktu, dana dan tenaga. Semakin sekarang ini telah banyak adanya social media yang membantu orang untuk berhubungan jarak jauh tanpa batasan waktu dan wilayah. Social media sekarang ini, yaitu Facebook, Twitter, Skype, dan jejaring sosial lainnya. Orang-orang di dunia sangat memanfaatkan kemajuan IPTEK ini

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia
Di Negara kita Indonesia, kemajuan IPTEK dapat diterima dan dicerna dengan sangat cepat oleh masyarakat Indonesia, semua kalangan dan lapisan masyarakat, mulai dari anak usia dini, pelajar, mahasiswa (remaja), orang dewasa, bahkan lansia. Mereka memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan mereka. IPTEK digunakan dalam berbagai bidang di Indonesia, seperti di dalam dunia pendidikan (TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi) memanfaatkan IPTEK dalam proses pembelajaran, ujian seleksi, penerimaan siswa/mahasiswa baru, pembagian hasil belajar, dsb. Ilmu Pengetahuan yang ditanamkan atau diajarkan sejak usia dini, dapat membuat generasi bangsa Indonesia menjadi maju dan lebih baik (tanpa melupakan pendidikan karakter). Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga berpengaruh dalam bidang kesehatan (medis). Berbagai alat yang dapat menolong orang yang sudah sakit parah atau pun untuk memeriksa organ dalam manusia yang tak terlihat mata, seperti USG, Radiologi, Rotgen, X-Ray, alat kemoterapi, dll. Dan karena kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang kedokteran, maka sekarang ini telah ditemukannya obat-obatan (zat-zat) yang dapat menolong orang sekarat (menghilangkan rasa sakit pada pasien atau bahkan menyembuhkan penyakit secara total).

Di bidang ekonomi, kemajuan iptek mempengaruhi permintaan dan penawaran di pasar, dengan adanya kemajuan iptek (teknologi) dapat menyebabkan permintaan dan penawaran di pasar meningkat, yang akhirnya mensejahterakan penjual dan juga pembeli. Di bidang pendidikan, akibat kemajuan ilmu pengetahuan melahirkan anak-anak yang memiliki intelektual dan memiliki intergritas yang tinggi. Begitu pula dengan kemajuan teknologi yang menyebabkan anak-anak dapat meningkatkan kreativitas dan imajinasi, serta inovatif.

Orang dewasa (para pekerja dan ibu rumah tangga) juga memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi dalam mencari informasi (berita-berita seperti detik.com, kompas.com, resep-resep makanan dan minuman untuk ibu rumah tangga, mengirim pesan atau pun data dengan cepat dan mudah menggunakan email, bekerja secara online tanpa harus pergi ke kantor, menjalankan bisnis secara online, dsb). Tidak semua orang dewasa (diluar usia produktif) memahami dan dapat menggunakan teknologi yang canggih saat ini. Hanya sebagaian saja yang aktif memanfaatkan kemudahan teknologi tersebut.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada Remaja
Perkembangan IPTEK pada remaja juga banyak berpengaruh dalam kehidupan mereka. Ilmu pengetahuan yang mereka terima di sekolah/kampus dapat membuat mereka berprestasi sampai mancanegara dan tentunya mengharumkan nama bangsa Indonesia. Ilmu pengetahuan yang dimiliki, mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka para remaja yang berprestasi menciptakan inovasi-inovasi yang hasilnya dapat dirasakan dan dimanfaatkan oleh orang-orang sekitar mereka. Anak-anak bangsa Indonesia telah berhasil membuat sepeda motor buatan sendiri, memodifikasi bahan bakar sepeda motor dengan menggunakan gas elpiji yang lebih irit dan murah, mengolah kotoran sapi menjadi bahan bakar untuk memasak, anak-anak bangsa juga berhasil membuat robot walaupun tidak se-canggih buatan negara Jepang.

Remaja di Indonesia juga memanfaatkan perkembangan teknologi (internet, handphone, blackberry, android, gadget, dsb) ini dengan berbagai macam cara, seperti mencari informasi untuk tugas-tugas sekolah /kuliah, mencari pertemanan dan pergaulan di jejaring social, mengirimkan tugas sekolah/kuliah kepada guru/dosen, mengunduh (download) file, gambar, music, video, dll, terkadang juga remaja hanya memanfaatkan internet untuk bermain games online di warnet.

Sekarang ini, sudahlah wajar kalau kita melihat para remaja yang selalu menggenggam gadgetnya (handphone, blackberry, android). Manusia tidak dapat terlepas dari kemajuan IPTEK (teknologi), terutama seorang remaja. Sering kali kita lihat di tempat umum yang ramai dengan orang-orang, seorang remaja lebih memilih asyik dengan teknologi yang mereka miliki daripada bersosialisasi dan ramah tamah dengan orang sekitarnya. Hal tersebut terjadi dimana saja, seperti di restaurant, di mall, di angkutan umum, di sekolah/kampus dan di lingkungan sekitar rumahnya.

Remaja
Remaja merupakan salah satu tahapan pertumbuhan dan perkembangan dalam siklus kehidupan manusia. Remaja merupakan fase pertumbuhan dan perkembangan ketika seseorang berada pada rentang usia 11 – 18 tahun (Hurlock,2008).
Menurut Freud (dalam Santrock, 2010) remaja akan mengalami perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual, orangtua dan cita – cita mereka yang mengakibatkan timbulnya berbagai masalah dalam diri mereka. Masa remaja adalah masa peralihan dari ketidakmatangan pada masa anak- anak menuju kematangan pada masa dewasa. Masa remaja merupakan periode transisi yang meliputi segi – segi biologis, fisiologis, sosial dan ekonomis yang didahului oleh perubahan fisi

Hubungan antara Perkembangan IPTEK (teknologi) dan Kehidupan Remaja
Seperti dijelaskan diatas bahwa remaja berada pada titik dimana sering terjadinya permasalahan (konflik). Remaja yang bertumbuh bersamaan dengan kemajuan IPTEK ini akan memiliki dampak positif dan negative dalam hidupnya. Memang dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih ini dapat meningkatkan kreativitas para remaja. Tetapi di sisi lain, lebih banyak remaja yang tidak memanfaatkan IPTEK dengan baik dan benar. Remaja di Indonesia telah banyak melanggar nilai-nilai dan norma yang berlaku karena penggunaan IPTEK yang tidak tepat. Para remaja di Indonesia lebih senang membuka internet untuk melihat situs porno yang dapat merusak nilai-nilai di Indonesia.

Kehidupan remaja pada zaman dulu sangatlah berbeda dengan kehidupan remaja sekarang ini. Remaja dahulu lebih senang berkumpul, bermusyawarah dan berdiskusi dengan sesamanya. Mereka bergotong royong dalam melakukan segala hal, dan semuanya itu merupakan budaya di Indonesia. Tetapi setelah masuknya teknologi yang canggih, budaya tersebut mulai pudar. Remaja sekarang lebih senang bergaul dengan menggunakan aplikasi di gadgetnya, padahal disekitarnya banyak orang lain yang seharusnya mereka dapat bersosialisasi secara langsung. Pepatahnya seperti “yang dekat menjadi jauh, yang jauh menjadi dekat”.

Remaja Indonesia harus lebih memanfaatkan kemajuan IPTEK dengan cermat, sehingga tidak ada nilai-nilai dan norma di Indonesia yang dilanggar dan tidak menghilangkan budaya Indonesia yang harus dijaga dan dipelihara dari generasi ke generasi.

October 30, 2015

BAB 7 Koperasi Dalam Berbagai Struktur Pasar

1.      Koperasi dalam Pasar Persaingan Sempurna
Struktur pasar yang paling banyak digunakan oleh para ahli ekonomi sebagai dasar analisis dan  perencanaan suatu perekonomian,adapun ciri-cirinya :

·         Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak

·         Produk yang dijual adalah sejenis (homogeny)
·         Perusahaaan bebas masuk pasar dan keluar

·         Tidak ada kekuasaan terhadap harga
·         Dan para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna


Dalam struktur persaingan pasar sempurna, harga ditentukan oleh keseimbangan permintaan (demand) dengan penawaran (supply). Oleh sebab itu, perusahaan yang bersaing dengan pasar persaingan pasar sempurna disebut  (price taker), jadi apabila koperasi  menjual produknya ke pasar  yang mempunyai  struktur  bersaing sempurna, maka koperasi hanya dapat mengikuti harga pasar sebagai harga jual produknya dan tidak akan dapat  mempengaruhi harga, walaupun  seluruh  produk anggotanya  dikumpul dan dijual melalui koperasi.


Oleh sebab itu, persaingan “harga” tidak cocok diterapkan oleh para pelaku bisnis termasuk koperasi di pasar persaingan sempurna. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, maka koperasi  harus  mampu bersaing dalam hal biaya. Menurut konsepsi koperasi,  biaya produksi akan dapat diminimumkan bedasarkan skala ekonomi  baik sebagai koperasi produsen dan koperasi konsumen.

2.      Koperasi dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Monopoli)
Pasar monopoli adalah bentuk struktur pasar dimana hanya ada satu perusahaan penjual dan produk dipasar yang bersangkutan, adapun beberapa ciri-ciri pasar monopoli, yaitu:

·         Penjual dan Produk hanya ada satu sehingga dapat membuat harga pasar
·         Tidak ada produk subsitusi dengan produk lainnya
·         Konsumen produk lebih banyak dan bebas bersaing

·         Dibatasi oleh Undang-undang

Koperasi  nampaknya agak sulit dalam pasar monopoli  karena dimasa akan datang baik dalam cangkupan lokal, regional  dan nasioanl struktur pasar monopoli tidak akan banyak memberi harapan bagi koperasi, selain adanya tuntutan lingkungan untuk menghapus bersifat monopoli, pasar yang dihadapi akan semakin terbuka untuk persaingan.


3.      Hubungan Pasar dengan Koperasi
Menurut konsepsi koperasi, sekelompok orang baik itu sebagai produsen maupun konsumen yang mempunyai kepentingan ekonomi yang sama dapat membentuk perusahaan koperasi. Adanya persamaan kepentingan ekonomi ini membentuk “hubungan khusus” antara anggota koperasi dan perusahaannya (pasar) yaitu koperasi.
Sebenarnya produsen/anggota dapat langsung berhubungan dengan pasar untuk menjual produknya, tetapi karena pertimbangan efisiensi atau adanya keuntungan ekonomis dan non-ekonomis yang lebih besar, maka mereka menyerahkan pemasarannya kepada koperasi. Dengan demikian koperasi mengambil alih fungsi pemasaran atau penjualan.

Dengan begitu, hubungan antara pasar dan koperasi sangatlah saling bergantung. Jika perekonomian pasar membaik, maka keuntungan yang diperoleh kopreasi semakin besar. Dan jika perekonomian pasar memburuk, maka keuntungan yang diperoleh koperasi menurun (bahkan dapat merugi).


Referensi :
Arifin Sitio dan Halomoan Tamba. 2005. Koperasi Teori dan Praktik. Jakarta : Erlangga.


BAB 6 Sisa Hasil Usaha

1.      Pengertian Sisa Hasil Usaha
Menurut pasal 45 ayat (1) UU No. 25/1992, adalah sebagai berikut :
“Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.”

Pembagian Sisa Hasil Usaha Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa :
“Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana pembangunan lingkungan 5%.
Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.

2.      Rumus Pembagian Sisa Hasil Usaha
Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”. Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut:
Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana pembangunan lingkungan 5%. Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.

Z =      X       x  SHU
            Y
Rumus Pembagian SHU kepada anggota berdasarkan transaksi dan kontribusi anggota dituangkan sebagai berikut :

Keterangan :
Z    = Jumlah SHU yang akan diterima oleh setiap anggota atau per anggota
X   = Jumlah Seluruh Transaksi dan Partisifasi modal anggota yang bersangkutan terhadap koperasi
Y   = Jumlah Seluruh Transaksi dan Partisifasi Modal  keseluruhan  anggota atau jumlah total  transaksi terhadap koperasi
SHU = Jumlah SHU yang akan dibagikan ke seluruh anggota

3.      Prinsip-prinsip Sisa Hasil Usaha Koperas
1) SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
2) SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.
3) Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.
4) SHU anggota dibayar secara tunai


4.      Pembagian Sisa Hasil Usaha Per-Anggota
SHU per anggota haruslah diberikan secara tunai, karena dengan demikian koperasi membuktikan dirinya sebagai badan usaha yang sehat kepada anggota dan masyarakat mitra bisnisnya.
SHU per anggota :
SHUA = JUA + JMA

Keterangan :
SHUA = Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA     = Jasa Usaha Anggota
JMA    = Jasa Modal Anggota

SHU per anggota dengan model matematika :
                    Va x JUA + JMA
SHU PA =
                       VUK x TMS

Keterangan :
SHU PA    = Sisa Hasil Usaha per Anggota
JUA           = Jasa Usaha Anggota
JMA          = Jasa Modal Anggota
VA            = Volume usaha Anggota (total transaksi anggota)
UK            = Volume usaha total koperasi (total transaksi Koperasi)
Sa              = Jumlah simpanan anggota
TMS          = Modal sendiri total (simpanan anggota total)


Referensi :



BAB 5 Koperasi Sebagai Badan Usaha


1.      Pengertian Koperasi Usaha
Badan usaha adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan dan mengkoordinasikan sumber–sumber daya untuk tujuan memproduksi dan menghasilkan barang atau jasa.
Koperasi adalah badan usaha (UU No.25 tahun 1992).
Sebagai badan usaha, koperasi tetap tunduk terhadap kaidah-kaidah perusahaan dan prinsip-prinsip ekonomi yang berlaku. Dengan mengacu pada konsepsi sistem yang bekerja pada suatu badan usaha, maka koperasi sebagai badan usaha juga berarti merupakan kombinasi dari manusia, asset-aset fisik dan non fisik, informasi, dan teknologi.
Koperasi sebagai badan usaha maka :
·         Tunduk pada kaidah & prinsip ekonomi yang berlaku
·         Mampu menghasilkan keuntungan & mengembangkan org.&usahanya
·         Anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa
·         Memerlukan sistem manajemen usaha (keuangan,teknik,organisasi & informasi)

2.      Koperasi Sebagai Badan Usaha
Dalam fungsinya sebagai badan usaha, maka koperasi tetap tunduk pada prinsip-prinsip ekonomi perusahaan dan prinsip-prinsip dasar koperasi. Khusus yang menyangkut aspek pengkoperasian, ada 2 aspek dasar yang menjadi pertimbangan untuk mencapai tujuan koperasi sebagai badan usaha, yaitu:
1)      Status dan Motif Anggota Koperasi
Status anggota koperasi sebagai badan usaha adalah sebagai pemilik (owner) dan sebagai pemakai (users). Sebagai pemilik, kewajiban anggota adalah melakukan investasi atau menanam modal dikoperasinya. Sedangkan sebagai pemakai, anggota harus menggunakan secara maksimum pelayanan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi.
Calon anggota paling tidak harus memenuhi 2 kriteria, yaitu :
·  Calon anggota tersebut tidak lagi berada pada tingkat kehidupan di bawah garis kemiskinan, atau orang tersebut paling tidak mempunyai potensi ekonomi ataupun kepentingan ekonomi yang sama.
·   Calon anggota koperasi harus memiliki pendapatan ( income) yang pasti, sehingga dengan dmikian mereka dapat dengan mudah melakukan investasi pada usaha koperasi yang mempunyai prospek.
2)      Kegiatan Usaha
Untuk koperasi di Indonesia, lapangan usaha koperasi telah ditetapkan pada UU No.25/1992, pasal 43, yaitu :
Usaha koperasi adalah usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan bisnis dan kesejahteraannya.
Kelebihan kemampuan pelayanan koperasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatyang bukan anggota koperasi. Perlu digaris bawahi bahwa, yang dimaksud dengan kelebihan kemampuan disini adalah kelebihan kapasitas dana dan daya yang dimiliki oleh koperasi untuk melayani anggotanya. Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama disegala bidang kehidupan ekonomi rakyat.

3.      Tujuan Perusahaan Koperasi
Prof William F. Glueck (1984), pakar manajemen terkemuka dari Universitas Gerogia dalam bukunya strategy Manajemen And Busssines Policy, 2nd ed, mendefinisikan tujuan perusahaan sebagai hasil terakhir yang dicari organisasi melalui eksistensi dan operasinya.

Selanjutnya, Glueck menjelaskan 4 alasan mengapa perusahaan harus mempunyai tujuan.
·         Tujuan membantu mendefinisikan organisasi dalam lingkungannya
·         Tujuan membantu mengkoordinasi keputusan dan pengambilan keputusan
·         Tujuan menyediakan norma untuk menilai pelaksanaa prestasi organisasi
·         Tujuan merupakan sasaran yang lebih nyata daripada pernyataan misi.

Dalam merumuskan tujuan perusahaan, perlu diperhatikan keseimbangan kepentingan dari berbagai pihak yang terlibat dalam perusahaan, tujuan perusahaan tidak terbatas pada pemenuhan kepentingan manajemne seperti memaksimumkan keuntungan taupun efisiensi, tetapi juga harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, modal, pekerja, konsumen, pemasok (suppliers), lingkungan, masyarakat , dan pemerintah.
Dalam banyak kasus perusahaan bisnis, tujua umumnya didapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
·         Memaksimumkan keuntugan (Maximize profit)
·         Memaksimumkan nilai perusahaan (Maximize the value of the firm)
·         Memaksimumkan biaya (minimize profit)

4.      Permodalan Koperasi
Modal usaha terdiri dari modal investasi dan modal kerja. Adapun pengertian kedua istilah ini adalah sebagai berikut :
o   Modal investasi adalah sejumlah uang yang ditanam atau dipergunakan untuk pengadaan sarana operasional suatu perusahaan, yang bersifat tidak mudah diuangkan (unliquid) seperti tanah, mesin, bangunan, peralatan kantor, dan lain-lain.
o   Modal kerja adalah sejumlah uang yang ditanam dalam aktiva lancar perusahaan atau yang dipergunakan untuk membiayai operasional jangka pendek perusahaan, seperti pengadaan bahan baku, tenaga kerja, pajak, biaya listrik, dan lain-lain.

5.      Sisa Hasil Usaha
Sisa Hasil Usaha Koperasi  merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan (UU No. 25 tahun 1992).

Penjelasan Pasal 45 ayat 2 UU No.25 tahun 1992 tentang perkoperasian memberi gambaran bahwa SHU yang dihasilkan dalam setiap satu tahun buku, disamping dibagaikan kepada anggota juga diperuntukan keperluan lain yang besarnya diputuskan dalam rapat anggota. Keperluan – keperluan lain yang dimaksud adalah :
·         Dana cadangan
·         Dana pendidikan
·         Dana sosial
·         Dana pembangunan Daerah Kerja
·         Dana pengurus, pengawas dan karyawan, dan lain – lain.

Referensi :